3 Pemain Bintang Yang Belum Pernah Merasakan Atmosfer Piala Dunia

Setiap pesepak bola profesional pasti memiliki impian besar untuk berlaga membela negaranya dalam turnamen sebesar Piala Dunia. Ajang 4 tahun sekali itu seperti memiliki daya tarik tersendiri buat para pemain hebat diseluruh dunia.

Tapi dari begitu banyak pemain bintang dimuka bumi ini tidak semuanya mendapatkan kesempatan berharga untuk merasakan panggung Piala Dunia. Terbukti Piala Dunia tidak dapat dengan mudah untuk banyak pemain berada disana walau memiliki skill hebat.

Dibawah ini adalah daftar 3 pemain yang hebat yang belum pernah merasakan atmosfer Piala Dunia berdasarkan informasi dari sini Bookmarkers :

1. Ryan Giggs – Wales

Yang pertama kita bahas adalah legenda hidup Manchester United Ryan Giggs. Giggs adalah seorang pemain hebat dalam Liga Premier Inggris yang seluruh hidupnya hanya bermain untuk Manchester United. Selama membela Setan Merah Giggs sukses memenangkan gelar Liga Premier Inggris 13 kali, 2 Liga Champions, 4 Piala FA, dan masih banyak juara lainnya.

Karir cemerlangnya bersama Manchester United ternyata tidak semanis saat Giggs membela negaranya. Giggs memulai debut Internasionlnya tulisan selengkapnya pada tahun 1991 waktu Wales berduel dengan Jerman. Penyerang legenda Manchester United tersebut akhirnya memutuskan pensiun dari pentas Intenasional saat kualifikasi EURO 2008 waktu berhadapan dengan Republik Ceko. Sepanjang 16 tahun membela Wales, Giggs belum sekalipun mengantarkan negaranya tersebut lolos merasakan Piala Dunia.

Sebuah kekecewaan tentunya buat Ryan Giggs karena sukses dalam karirnya bersama Manchester United tidak diikuti dengan kesuksesan membawa negaranya lolos ke ajang Internasional macam Euro dan Piala Dunia.

2. Eric Cantona – Prancis

Pada dekade tahun 90 an nama Manchester United belum setenah sekarang. Pemain yang mampu mengantarkan Setan Merah ke era Baca disini kejayaan salah satunya adalah Eric Cantona. Selama awal berseragam Manchester United Cantona sukses meraih 4 gelar Premiership Liga Inggris dari 5 musim pertamanya. Hal inilah yang menjadi cikal bakal julukan King Cantona disematkan oleh fans Manchester United.

Kesuksesannya diklub ternyata tidak berbanding lurus dengan karir Internasionalnya saat berseragam biru Perancis. Faktor Emosi tinggi kerap kali mengganggu Cantona. Eric The King Cantona memulai debutnya untuk Perancis sewaktu menghadapi Jerman Barat bulan Agustus tahun 1987. Namun pada bulan September 1988 nama Cantona dicoret dari daftar pemain Internasional. Cantona pun marah dan menyebut Henri Michel ‘a bag of sh*t’, akibat emosi dan perkataannya tersebut Cantona diskorsing dari timnas Ayam Jantan Perancis.

Setahun berselang Michel dipecat karena tidak bisa membawa Perancis lolos ke Piala Dunia tahun 1990. Empat tahun setelahnya dibawah kepelatihan Gerard Houllier Perancis gagal lagi menembus fase kualifikasi karena kalah dari tipis Bulgaria 1-2 dimarkas sendiri.

Puncaknya adalah info dari sini tahun 1995 bulan Januari, Cantona diskors lama karena tendangan kungfu yang dihadiahkan untuk pendukung Crystal Palace yang saat itu mengolok-oloknya. Ketika hukuman Cantona usai posisinya pada skuat timnas Perancis telah diambil oleh Zinedine Zidane yang kala itu bermain cukup cemerlang bersama Juventus.

3. George Weah – Liberia

George Weah merupakan pemain hebat yang pernah bermain untuk klub dalam 3 negara berbeda yakni Inggris, Italia, dan Perancis. Arsene Wenger adalah orang yang berjasa dalam hidup Weah sekaligus orang pertama yang membawa bakatnya lalu merekrutnya ke AS Monaco tahun 1988. Empat musim berlalu, Weah pun pindah ke PSG dan memenangkan gelar domestik pada tahun pertamanya. Weah juga menampilkan performa cemerlang dang menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions musim kompetisi 1994-95.

Setelah 7 musim berkarir di Ligue 1 Perancis, Weah pun diboyong klub asal Italia AC Milan pada tahun 1995 yang mana dikota mode tersebut Ia menjalani empat tahun yang berhasil dengan mempersembahkan 2 gelar Liga Italia Serie A. Sejak saat itu George Weah dikenal banyak orang sebagai pemain asal benua hitam terbaik sepanjang masa, Weah juga berita aslinya meraih gelar pemain terbaik Dunia versi FIFA tahun 1995 plus Ballon d’Or sehingga membuatnya menjadi satu-satunya pemain Afrika yang meraih penghargaan prestisius tersebut.

Segala kesuksesannya saat berada diklub elit Eropa tidak dapat dipersembahkan juga untuk negara tercintanya. Liberia negara kecil dan lemah dalah hal sepak bola dunia, namun Weah melakukan segala yang Ia bisa untuk mendukung kemajuan negaranya. Bahkan Weah sampai mendukung dari segi finansial karena Liberia saat itu mengalami krisis sehingga tidak mempunyai sumber daya untuk pendanaan tim nasionalnya.

Namun dengan effor dan segala yang telah dilakukan untuk mendukung perkembangan tim Nasional Liberia, tetap saja negara kecil tersebut tidak dapat melaju ke Piala Dunia. Kemudian nama George Weah masuk dalam daftar pemain fenomenal hebat yang tidak pernah merasakan bermain diajang sebesar Piala Dunia.

Mungkin masih banyak lagi pemain terkenal dan hebat lain yang tidak bisa merasakan merumput untuk gelaran akbar Piala Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.